Minggu, 28 Juni 2020

Kampung Tangguh Akan Dilombakan


Kampung tangguh di Kabupaten Sidoarjo terus bermunculan. Hampir setiap hari Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin SH meresmikan kampung tangguh. Seperti yang dilakukan kemarin malam di Desa Kalipecabean Kecamatan Candi, Senin, (22/6). Peresmian kampung tangguh Desa Kalipecabean juga diikuti peresmian kampung tangguh Desa Larangan, Desa Jambangan, Desa Kedungkendo dan Desa Sumorame. Hari ini, Selasa (23/6), Wabup juga akan meresmikan kampung tangguh Desa Permisan Kecamatan Jabon dan Kampung Tangguh Desa Gempolsari Kecamatan Tanggulangin.

Wabup H. Nur Ahmad Syaifuddin  berharap semua desa kelurahan yang ada di Kabupaten Sidoarjo mendirikan kampung tangguh. Akan ada dana stimulus dari Pemkab Sidoarjo yang akan diberikan kepada kampung tangguh. Setiap kampung tangguh akan dibantu Rp. 7 juta.

Wabup yang akrab dipanggil Cak Nur juga menyambut baik rencana dilombakannya kampung tangguh. Hal tersebut akan menjadi semangat untuk menggiatkan keberadaan kampung tangguh.

"Kalau ada upaya kampung tangguh ini dilombakan justru tambah bagus karena akan menjadi spirit, menjadi semangat kita untuk bekerja lebih maksimal lagi,"ucapnya.

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji yang ikut hadir mengatakan lomba kampung tangguh diikuti oleh kampung tangguh di masing-masing kecamatan. Untuk Kecamatan Candi akan diwakili oleh Kampung Tangguh Desa Kalipecabean dan Kampung Tangguh Desa Larangan. Pertimbangannya dua desa tersebut menjadi episentrum positif Covid-19 paling banyak. Selain itu terdapat pasar Larangan. Melalui lomba kampung tangguh seperti ini dirinya ingin melihat sejauh mana upaya kampung tangguh membendung penyebaran Covid-19 diwilayahnya.

"Pilihan itu adalah pilihan paling tepat,kenapa, karena tantangannya paling besar, kalau nanti masyarakat bisa mentaati protokol kesehatan, disiplin menjalankan protokol kesehatan tentunya hasilnya akan maksimal (pencegahan penyebaran Covid-19),"ujarnya.

Camat Candi Ahmad Ichwan Jauhari mengungkapkan alasan kelima desa diwilayahnya dibentuk kampung tangguh. Dirinya mengatakan dari 24 desa di Kecamatan Candi, kasus positif Covid-19 yang paling menonjol ada di lima desa itu. Yakni Desa Kalipecabean, Desa Larangan, Desa Jambangan, Desa Kedungkendo dan Desa Sumorame.

Camat Candi Ahmad Ichwan Jauhari mengatakan kasus positif Covid-19 terbanyak ada di Desa Larangan. Ada 12 orang warga Desa Larangan positif korono. Oleh karenanya  dirinya tidak akan lengah terhadap pandemi Covid-19 yang terjadi. Protokol kesehatan Covid-19 terus dijalankan mulai awal PSBB sampai masa transisi new normal saat ini.

Seperti kampung tangguh yang lain, di kampung tangguh Desa Kalipecabean terdapat ruang kesehatan, ruang isolasi maupun ruang logistik. Terdapat juga Posko Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Desa Kalipecabean yang diresmikan Wabup Sidoarjo. Seperti biasanya juga dalam peresmian kampung tangguh Pemkab Sidoarjo memberikan bantuan 50 paket Sembako serta 500 lembar masker yang diserahkan Wabup Cak Nur.

Launching Kampung Tangguh, Wabup Bersama Kapolresta Sidoarjo Semangati Warga Candi


Sebagai upaya keseriusan warga di wilayah Kecamatan Candi, Sidoarjo, dalam menangkal penyebaran Virus Covid-19, sejumlah 24 desa yang diwakili 5 desa se-Kecamatan Candi meluncurkan Posko Kampung Tangguh.

Kelima desa tersebut adalah Desa Kalipecabean, Larangan, Sumorame, Kedungkendo, dan Jambangan. Acara peluncuran lima Kampung Tangguh ini, berlangsung Senin (22/6/2020) malam, di Balai Desa Kalipecabean, dihadiri Wakil Bupati Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo, Wakapolresta Sidoarjo beserta pejabat utama Polresta Sidoarjo, Forkopimka Candi, Kepala Puskesmas Candi, kepala desa, dan tokoh masyarakat.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji mengapresiasi upaya sejumlah desa di Kecamatan Candi yang membentuk Posko Kampung Tangguh. Tidak hanya bermanfaat untuk menekan penyebaran Covid-19 saja. Kampung Tangguh menurut Kombes Pol. Sumardji, juga membuat tangguh keamanan di desa-desa.

Ada juga ketangguhan yang dilakukan para satgas di Posko Kampung Tangguh. Misal satgas pemakaman dan satgas kesehatan, bagaimana masyarakat di wilayah Kecamatan Candi begitu kompak menangani warga korban Virus Corona. “Semua saling peduli dan gotong royong, satu dengan lainnya bahu-membahu membantu warga terdampak Covid-19. Inilah yang ditunjukan warga Candi dan harapannya dapat ditiru warga lainnya,” ujarnya.

Sebab itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji berharap launching Kampung Tangguh di Kecamatan Candi yang diwakili kelima desa dapat terus lestari. Pasca launching harus terus semarak agar desanya tetap tangguh di segala bidang.

Sedangkan Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin juga menyambut baik, upaya warga di kelima desa Kecamatan Candi dalam rangka membalikan keadaan dampak Virus Covid-19. “Dari Pemkab Sidoarjo sangat mendukung upaya desa-desa agar segera pulih dari dampak Covid-19. Salah satu paling efektif adalah melalui pembentukan Kampung Tangguh,” jelasnya.

Cak Nur begitu biasa disapa, memperingatkan kembali meskipun kita sudah melewati tahapan PSBB hingga yang ketiga agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, serta membiasakan hidup bersih dan sehat. Supaya Kabupaten Sidoarjo benar terbebas dari Virus Corona.

Penyebaran Virus Corona di wilayah Kecamatan Candi, seperti halnya disampaikan Camat Candi Ahmad Ichwan Jauhari bahwa mulai menjangkit di wilayahnya sejak 22 Maret 2020 di Desa Larangan. Dari situ satu persatu jumlah terus bertambah menyebar ke sejumlah desa lainnya. Kecuali Desa Sumokali, Balong Gabus dan Kedung Peluk yang sampai saat ini masih kosong dari konfirmasi positif Covid-19.

“Karenanya kami berharap beberapa desa di Kecamatan Candi yang zona merah dapat segera kembali normal, dan warga yang terdampak Covid-19 dapat segera pulih dengan adanya pembentukan Posko Kampung Tangguh ini,” ungkapnya.

Sebanyak 16 Desa di Sedati Luncurkan Kampung Tangguh Semeru


Berkomitmen untuk mewujudkan ketangguhan di tingkat desa dalam segala hal, termasuk tangguh menangkal penyebaran Covid-19 di wilayahnya, sebanyak 16 desa di Kecamatan Sedati, Sidoarjo kompak luncurkan Kampung Tangguh Semeru.

Peluncuran 16 Kampung Tangguh Semeru Kecamatan Sedati tersebut, berlangsung Minggu (21/6/2020) malam bertempat di Perumahan Griya Candramas, Pepe, Sedati, Sidoarjo. Dengan dihadiri Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, Forkopimka Sedati, serta perangkat desa dan warga setempat.

Ditandai dengan pemotongan pemukulan gong oleh Asisten I Pemkab Sidoarjo Ainurrohman, didampingi Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana, Pasiter Kodim 0816 Kapten Inf. M. Said, Camat Sedati Abu Dardak, dan jajaran Forkopimka Sedati.

Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sembako dari Pemkab Sidoarjo, Polresta Sidoarjo serta Kodim 0816 Sidoarjo. Yang kemudian dilanjutkan dengan pengecekan SOP protokol kesehatan pencegahan Covid-19, ruang isolasi, ruang kesehatan, lumbung pangan, tanaman hidroponik, juga ada sentra UMKM warga.

Camat Sedati Abu Dardak menyampaikan bahwa sebagian besar wilayahnya berkomitmen dan bersungguh-sungguh, mewujudkan wilayah yang tangguh di berbagai sektor. Termasuk tangguh dalam upaya menekan penyebaran Covid-19. "Selain itu, adanya Kampung Tangguh ini menjadikan lingkungan di wilayah kami lebih cinta kebersihan, aman dari tindakan kriminal, serta membuat hubungan antar warga saling peduli," tambahnya.

Adanya 16 desa di Kecamatan Sedati, yang telah membentuk Kampung Tangguh Semeru diapresiasi Asisten I Pemkab Sidoarjo Ainurrohman. "Semua wilayah baik desa maupun perkampungan di Kabupaten Sidoarjo harus semarak dalam membentuk Kampung Tangguh Semeru. Banyak manfaat dari ada program ini. termasuk yang telah dilakukan warga di 16 desa Kecamatan Sedati sini. Lingkungan jadi asri, bersih, aman, dan sehat," pesannya.

Melalui kekuatan Kampung Tangguh Semeru, Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana, memotivasi warga agar saling gotong royong dan menguatkan dalam penerapan segala protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dengan upaya tersebut, sehingga desa maupun kelurahan akan menjadi tangguh. Warganya pun tangguh, khususnya menghadapi pandemi Covid-19. Misal contoh, dengan adanya satgas-satgas yang ada di dalam Kampung Tangguh Semeru. Seperti yang dilakukan dalam simulasi penanganan korban Covid-19, dan penerapan protokol kesehatan di pos check point saat memeriksa orang luar masuk ke wilayah kita.

"Sebab itu, jika Kampung Tangguh Semeru ini sudah dapat dijalankan dengan tepat oleh warga. Saya berharap posko ini akan terus lestari, agar wilayah kita semakin tangguh serta kamtibmas kita tetap kondusif," lanjut Wakapolresta Sidoarjo.

Giliran Kecamatan Jabon, Luncurkan Kampung Tangguh Siap Tangkal Covid-19


Warga Desa Permisan, Jabon, Sidoarjo, Selasa (23/6/2020) digemparkan dengan adanya seorang warga setempat yang pingsan mendadak. Seketika tim medis dan tiga pilar desa sigap melakukan pertolongan dan evakuasi lengkap menggunakan Alat Pelindung Diri. Untuk kemudian diberi penanganan lanjutan oleh satgas kesehatan.

Begitulah simulasi penanganan warga yang terindikasi Covid-19, dalam acara launching Kampung Tangguh Semeru enam desa di Kecamatan Jabon, yang berlokasi di Desa Permisan.

Ke enam desa di wilayah Kecamatan Jabon tersebut adalah Desa Permisan, Dukuh Sari, Kedung Cangkring, Kupang, Panggreh, dan Keboguyang. Peluncuran Kampung Tangguh di Jabon, dihadiri Wakil Bupati Sidoarjo, Kapolresta Sidoarjo, Wakapolresta Sidoarjo beserta pejabat utama Polresta Sidoarjo, Forkopimka Jabon, Kepala Puskesmas Jabon, kepala desa, dan tokoh masyarakat setempat.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji mengapresiasi upaya sejumlah desa di Kecamatan Jabon yang telah membentuk Posko Kampung Tangguh. Tidak hanya bermanfaat untuk menekan penyebaran Covid-19 saja. Kampung Tangguh menurut Kombes Pol. Sumardji, juga membuat tangguh keamanan di desa-desa. Apalagi didukung totalitas tiga pilar.

Ada juga ketangguhan yang dilakukan para satgas di Posko Kampung Tangguh. Misal satgas pemakaman dan satgas kesehatan, bagaimana masyarakat di wilayah Kecamatan Jabon begitu kompak menangani warga korban Virus Corona. “Semua saling peduli dan gotong royong, satu dengan lainnya bahu-membahu membantu warga terdampak Covid-19. Inilah yang ditunjukan warga Jabon dan harapannya dapat ditiru warga lainnya,” ujarnya.

Sebab itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji berharap launching Kampung Tangguh di Kecamatan Jabon yang diwakili ke enam desa dapat terus lestari. Pasca launching harus terus semarak agar desanya tetap tangguh di segala bidang.

Sedangkan Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin juga menyambut baik, upaya warga di ke enam desa Kecamatan Jabon dalam rangka membalikan keadaan dampak Virus Covid-19. “Dari Pemkab Sidoarjo sangat mendukung upaya desa-desa agar segera pulih dari dampak Covid-19. Salah satu paling efektif adalah melalui pembentukan Kampung Tangguh,” jelasnya.

Cak Nur begitu biasa disapa, memperingatkan kembali meskipun kita sudah melewati tahapan PSBB hingga yang ketiga agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, serta membiasakan hidup bersih dan sehat. Supaya Kabupaten Sidoarjo benar terbebas dari Virus Corona.

Dalam kesempatan ini, juga ditunjukan kesiapan Posko Kampung Tangguh ke enam desa di Jabon. Yakni dengan adanya pos cek poin, lumbung pangan, ruang kesehatan dan isolasi, panel data, sentra UMKM desa, dan beberapa keunggulan desa.

Empat Desa di Kecamatan Tanggulangin Bentuk Kampung Tangguh


Desa Gempolsari, Desa Kalitengah, Desa Ketapang dan Desa Ganggangpanjang Kecamatan Tanggulangin menyatakan diri sebagai Kampung Tangguh melawan pandemi Covid-19. Keempat desa kampung tangguh tersebut dilaunching Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin di balai Desa Gempolsari, kemarin malam, Selasa, (23/6). Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji hadir dalam kegiatan tersebut.

Wabup H. Nur Ahmad Syaifuddin selaku ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo mengatakan penyebaran virus korona sangat luar biasa. Oleh karenanya dirinya berharap masyarakat tidak menyepelekan pandemi Covid-19 yang sedang terjadi. Wabup melihat kasus Covid-19 di Kecamatan Tanggulangin tidak begitu banyak. Tidak seperti di Kecamatan Waru maupun Taman yang berbatasan dengan Kota Surabaya. Namun demikian masyarakat Kecamatan Tanggulangin diminta tidak menganggap enteng. Pasalnya penyebarannya sangat cepat.

Dihadapan puluhan kepala desa serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas se Kecamatan Tanggulangin, Wabup mengatakan dampak yang timbul akibat pandemi Covid-19 juga sungguh sangat luar biasa. Perekonomian suatu negara akan kacau bila virus tersebut menyerang. Dikatakannya tren kenaikan kasus Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo masih cukup tinggi. Dari PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tahap pertama ke PSBB tahap kedua kenaikannya luar biasa. Bahkan pernah tercatat dalam sehari ada 85 kasus positif korona. Namun pada PSBB tahap dua ke tahap tiga sudah mengalami penurunan. Akan tetapi angka penurunan kasus Covid-19 tidaklah drastis. Tren penurunannya sedikit demi sedikit. Secara teori menurut Wabup, dengan kondisi seperti itu sebenarnya masih tidak diperbolehkan meninggalkan PSBB. Pasalnya rate of transmission atau tingkat penularan Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo masih diatas 1 yakni 1,2.

"Sebetulnya kita ini masih cukup tinggi (kasus Covid-19) tapi masyarakatnya masih sulit kalau diajak ngomong masalah PSBB,"ujarnya.

Oleh karena itu lanjut Wabup dengan pertimbangan psikologis masyarakat yang sudah apatis terhadap PSBB maka pemberhentian PSBB di Kabupaten Sidoarjo di lakukan. Masyarakat banyak mengeluh karena perekonomiannya kacau saat pemberlakuan PSBB. Padahal Wabup yang akrab di panggil Cak Nur tersebut mengatakan virus korona lah yang menyebabkan perekonomian jatuh. Bukan PSBB nya.

"Jadi perekonomian jatuh itu bukan karena PSBB nya tetapi Covidnya,"ucapnya.

Cak Nur melanjutkan usai pengusulan pemberhentian PSBB kepada gubernur Jawa Timur dilakukan, Pemkab Sidoarjo  mengambil kebijakan masa transisi new normal. Dikatakannya new normal adalah normal baru. Normal baru yang tidak sama dengan kegiatan normal sebelum adanya Covid-19. Seperti adanya pemeriksaan suhu tubuh, cuci tangan memakai sabun maupun menjaga jarak satu dengan yang lainnya sewaktu beraktifitas dan selalu memakai masker. Oleh karena itu dirinya berharap di masa  transisi new normal saat ini masyarakat tidak menganggap bebas melakukan kegiatan seenaknya. Namun harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 saat beraktifitas. Apalagi ucap Cak Nur vaksin Covid-19 belum ditemukan. Oleh karenanya yang bisa dilakukan saat ini hanyalah mengantisipasi penyebarannya.

"Untuk mengantisipasi penyebarannya maka kita harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19,"ucapnya.

Dalam kampung tangguh Desa Gempolsari terdapat Posko-posko. Seperti Posko pencegahan dan pengendalian, Posko Kesehatan serta lumbung pangan dan ruang karantina. Seperti biasanya Pemkab Sidoarjo memberikan bantuan 50 paket Sembako dan 500 lembar masker yang diserahkan Wabup Sidoarjo.

Maksimalkan Lawan Covid-19, Kampung Tangguh Semeru Desa Wonocolo Diresmikan

Maksimalkan Lawan Covid-19, Kampung Tangguh Semeru Desa Wonocolo Diresmikan
Desa Wonocolo Kecamatan Taman menjadi salah satu Zona merah di Kabupaten Sidoarjo yang harus segera ditangani agar penyebaran virus covid-19 segera berakhir.

Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sidoarjo hari ini meresmikan kampung tangguh semeru Desa Wonocolo Kecamatan Taman, bertempat di kantor Balai Desa Wonocolo Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Dihadiri oleh Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin sebagai ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sidoarjo dan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji sebagai wakil ketua gugus tugas Covid-19, didampingi oleh Komandan Kodim 0816/Sidoarjo Letkol Inf Iswan Nusi, Kajari Sidoarjo Setiawan Budi Cahyono dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Syaf Satriawarman.

Lurah Wonocolo Taman Mohammad Cholis menyampaikan penyebaran Covid-19 di wilayahnya begitu cepat, karena letaknya yang berbatasan dengan Surabaya. Sebelum terbentuknya Kampung Tangguh Semeru, di Kelurahan Wonocolo terdapat 23 orang konfirmasi Covid-19, 8 PDP, 5 ODP sudah sembuh, dan 5 orang meninggal dunia.

Peresmian tersebut diselingi dengan pemberian paket sembako kepada warga Wonocolo dilanjutkan dengan pelepasan balon ke udara sebagai simbol bahwa kampung tangguh Semeru Desa Wonocolo telah diresmikan.

Ketua Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin, berharap bahwa keberadaan Posko Kampung Tangguh yang didukung dengan segala macam kelengkapan bisa menekan angka penyebaran wabah Covid-19 di Kecamatan Taman.

Seperti adanya satgas-satgas, ruang isolasi, lumbung pangan, panel data, sarana public address, didukung CCTV untuk memonitor kawasan, dan lainnya. Diharapkan dapat memaksimalkan upaya kita bersama guna menekan laju penyebaran Covid-19.

Sementara Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji mengatakan, pihaknya mengapresiasi upaya dan komitmen warga dalam hal ini di wilayah Kelurahan Wonocolo, Taman, untuk bersama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 melalui dibentuknya Posko Kampung Tangguh Semeru.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk disiplin mematuhi peraturan pemerintah dan tata tertib yang disampaikan perangkat desa. “Dengan disiplin mematuhi peraturan maka upaya memutus mata rantai Covid-19 dapat segera tercapai,” pungkasnya.

Kabaharkam Polri Apresiasi Kampung Tangguh Desa Waru Saat Lakukan Kunker di Jatim

Kabaharkam Polri Apresiasi Kampung Tangguh Desa Waru Saat Lakukan Kunker di Jatim
Peran penting Kampung Tangguh Semeru di beberapa wilayah Jawa Timur, salah satunya di RW 12 Desa Waru, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, mendapatkan apresiasi dari Kabaharkam Polri Komjen Pol. Agus Andrianto saat mengunjungi sejumlah Kampung Tangguh Semeru, Sabtu (30/5/2020).

Keberadaan Kampung Tangguh Semeru tidak hanya berperan penting guna menekan penyebaran Virus Covid-19, melainkan juga menguatkan masyarakat di wilayah pedesaan dalam hal pemberdayaan masyarakat di tengah pandemi Virus Covid-19 saat ini.

“Ada lima Kampung Tangguh Semeru di Jawa Timur yang kami kunjungi. Apresiasi setinggi-tingginya, atas peran serta warga, perangkat desa, para relawan dan berbagai instansi yang terlibat. Bahwa terbukti keberadaan Kampung Tangguh ini mampu menguatkan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam hal ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19,” ungkap Kabaharkam Polri Komjen Pol. Agus Andrianto di Kampung Tangguh Semeru Desa Waru, Sidoarjo.

Menurut Kabaharkam Polri, konsep Kampung Tangguh Semeru mencakup segala aspek ketahanan. Antara lain, membuat masyarakat kita tangguh kesehatan, SDM, keamanan, informasi, budaya dan tangguh logistik. Seperti disampaikan dari badan ketahanan pangan dunia FAO (Food and Agriculture Organization). Karena 108 lebih negara akan mengalami krisis ketahanan pangan akibat pandemi Covid-19.

“Semoga dengan adanya Kampung Tangguh Semeru inilah dapat menjadi role model bagi wilayah-wilayah lain di Indonesia. Nanti juga akan kami sampaikan kepada Kapolri terkait konsep Kampung Tangguh Semeru yang begitu tepat dalam menghadapi pandemi Covid-19,” lanjutnya.

Dalam kesempatan ini pula, Kabaharkam Polri Komjen Pol. Agus Andrianto menyalurkan bantuan dari Kapolri kepada warga terdampak Covid-19 di RW 12 Desa Waru, Sidoarjo. Berupa 250 kilogram beras, 20 kardus mie instan, dan 60 liter minyak goreng.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji menyampaikan di Kabupaten Sidoarjo akan ada sekitar 183 Kampung Tangguh Semeru, yang 67 merupakan Pilot Project yang nantinya dapat dijadikan contoh bagi desa lainnya. Khususnya desa yang ada di kecamatan zona merah.

Untuk keberadaan Kampung Tangguh Semeru di RW 12 Desa Waru, juga telah terbukti dampak positifnya guna memerangi Penyebaran Covid-19. Sehari sebelumnya, terdapat dua warga positif yang berhasil sembuh. Karenanya ia berharap masyarakat dapat patuh pada peraturan pemerintah, termasuk menggiatkan keberadaan kampung-kampung tangguh Semeru di Kabupaten Sidoarjo.

Menerima kunjungan kerja Kabaharkam Polri, Plt. Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mengucapkan terima kasih atas perhatian Polri yang turut aktif bersama TNI, dan juga instansi terkait dalam menangkal penyebaran Covid-19. Termasuk melalui membuat adanya konsep Kampung Tangguh Semeru ini